Menu
Menu

Memilih wakil suaramu di Pemilu Legislatif 2019

Pemilu legislatif 2019 kini sudah semakin dekat. Beberapa dari anda mungkin sudah menemukan orang yang akan anda coblos dan dukung untuk menjadi wakil rakyat. Bagi yang sudah mencoblos lebih dari dua kali maka hal itu tidak akan sulit untuk mendukung kembali calon anda. Namun demikian beda halnya dengan pemilih pemula. Bagaimana menentukan suara anda akan mendukung siapa dan partai mana yang akan anda pilih?

Berbeda dengan pemilu sebelumnya dimana pemilihan presiden juga dilaksanakan serentak dengan pemilu legislatif 2019 pada kali ini,  pemilih nantinya akan mendapatkan 5 kertas surat suara.  Masing masing surat suara digunakan untuk mencoblos wakil legislatif di tingkat kabupaten, provinsi,  nasional,  dewan perwakilan daerah (DPD)  dan pemilihan presiden. Caleg yang dipilih hendaknya tidak hanya populer tapi juga jujur serta berkompeten dalam politik dan juga sebagai wakil rakyat.

  1. Lihat track record calon legislatif.

Ini yang paling penting dalam memilih caleg.  Anda tak mau memilih kucing dalam karung bukan?  Carilah calon yang memiliki jejak rekam bagus.  Saat ini,  ada beberapa caleg yang merupakan mantan terpidana atau tersangka korupsi,  jika anda tidak ingin dipimpin oleh beliau,  anda bisa cari daftar caleg yang merupakan terpidana korupsi karena KPU menyediakan informasi tersebut.

  1. Lihat partai politik pendukung caleg

Selanjutnya adalah partai politik yang mengusung calon.  Tak ada partai politik yang 100% bersih dari kasus korupsi baik di tingkat nasional maupun di daerah. Yang perlu dilakukan saat memilih partai politik maka boleh dari sisi kader serta tokoh maupun secara ideologi.

  1. Menakar kualitas caleg. Apabila melihat ke belakang, beberapa parpol sudah melakukan pengkaderan politik dengan bagus hingga memiliki politikus yang handal. Meskipun begitu, tidak dipungkiri, menjelang musim pemilu legislatif 2019 seperti sekarang ini, banyak partai politik yang tak menampik bahwa mereka melakukan perekrutan kader secara instan menjelang pemilu dikarenakan banyak kader yang belum mampu mengikuti pemilu baik dari dana, maupun popularitas. Seringkali kita menjumpai caleg yang disodorkan oleh parpol merupakan pesohor yang memiliki tingkat popularitas tinggi. Jika begitu, maka hati-hati dengan caleg seperti ini, karena bisa saja mereka meskipun tersohor belum mampu untuk menjadi pejabat politik.
Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *