Menu
Menu

MENGENAL HEBEL

Banyak dari kita akan bertanya tanya jika tidak familiar dengan jenis – jenis bahan bangunan. Kebanyakan dari kita hanya mengenal semen, batu bata, pasir, cat, tapi ada satu istilah yang mungkin bagi orang asing agak awan, yaitu Hebel. Hebel ini banyak ditemukan di distributor bahan bangunan bahkan banyak yang menyebut diri mereka distributor hebel di Jakarta.

Apakah Hebel itu?

Hebel adalah merek dagang dari bata ringan yang diproduksi oleh Josef Hebel, yang membuka pabriknya yang pertama di Jerman pada 1943.

Hebel adalah sejenis bata ringan kenapa orang – orang menyebut hebel karena adanya salah kaprah dalam masyarakat yang menyebut bata ringan sebagai hebel. Sangat umum orang menyebut barang dengan merknya contohnya mie instant karena merk yang terkenal adalah indomie maka orang akan menyebut mie instant dengan sebutan indomie.

Bata ringan mulai dikenal masyarakat Indonesia pada tahun 1995, dan saat itu harganya masih relative tinggi sehingga ketersediaannya terbatas menyebabkan kurang diminati oleh masyarakat saat itu.

Terdapat 2 jenis bata ringan yang umum digunakan sebagai bahan baku penyusun dinding bangunan yaitu : Autoclave Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC ).

Perbedaannya adalah Bata ringan AAC  dibuat dari  perpaduan dari pasir silica, semen,kapur, gypsum, alumunium pasta dan air ini dibuat dengan tekanan uap tinggi. Prosesnya adalah dengan mencampurkan bahan baku sehingga membentuk adonan, kemudian dimasukkan ke alat yang bernama Autoclaved. Didalam alat ini adonan diberi tekanan uap air bersuhu hingga 200 derajat celcius sehingga bereaksi dan menghasilkan pori – pori yang membuat material ini menjadi ringan.   Jika CLC adalah beton selular yang mengalami proses pengeringan  secara alami.

Bata hebel CLC merupakan beton konvensional yang mengganti material kerikil dengan gelembung udara. Dalam proses produksi, CLC menggunakan busa organik yang kurang stabil sehingga tidak ada reaksi kimia saat pencampuran adonan. Busa atau foam berfungsi hanya sebagai media pembungkus udara.

Kelebihan Hebel antara lain:

  1. Memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan bata biasa sehingga beban struktur menjadi lebih kecil.
  2. Ukuran yang dihasilkan lebih rapi dan seragam sehingga membuat dinding lebih rapi.
  3. Memiliki ketahanan yang cukup baik sehingga jika terjadi gempa kemungkinan ambruk lebih kecil dari bata merah.
  4. Kedap air sehingga kemungkinan terjadinya rembesan air pada dinding sangat kecil.
  5. Tahan terhadap api.
  6. Lebih kedap suara sehingga privasi di dalam rumah lebih terjaga.
  7. Lebih hemat penggunaan perekat karena tidak memerlukan siar yang tinggi saat pemasangan.
  8. Mudah di-instalasikarena bata hebel lebih mudah dibor atau dipotong.
  9. Lebih mudah diangkut ke lokasi proyek.
  10. Proses pemasangan lebih cepat dan mudah sehingga menghemat biaya pemasangan dan tentu, biaya membangun rumah.

Jadi tidak perlu ragu untuk melirik Hebel, karena selain hemat, keuntungannya pun banyak.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *