Menu
Menu

Perbedaan Dan Cara Memilih Reksadana Untuk Pemula Berdasarkan 5 Jenis Produknya

Anda telah mantap berinvestasi, namun masih galau menentukan cara memilih reksadana terbaik untuk pemula yang tepat. Pengetahuan akan berbagai produk reksadana sangat berpengaruh pada faktor keuntungan yang akan diperoleh. Bagi Anda yang telah memiliki gambaran akan menarik hasil investasi dalam jangka waktu tertentu, seharusnya juga sudah mempelajarinya. Ada beberapa perbedaan dalam setiap produk reksadananya. Di bawah ini akan dibahas 5 jenis produk reksadana dan berbagai perbedaannya.

Reksadana Saham, Paling Besar Profitnya Namun Beresiko Paling Tinggi

Disebut reksadana saham karena Manajer Investasi mengelola dana investor dengan portfolio berupa saham. Namun, hanya saham perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ataupasar modal luar negeri sajalah yang bisa dibeli oleh reksadana. Untuk bisa tercatat di pasar modal juga harus sesuai dengan ketentuan khusus dari OJK.

OJK juga mengatur beberapa kriteria saham reksadana yang bisa dibeli oleh investor. Di antaranya adalah investor hanya diperbolehkan menguasai saham perusahaan maksimal 5%. Selain itu, per satu sahamnya maksimal nilai investasinya hanya 10% dari total nilai aset pada reksadana. Rekasadana saham memiliki keuntungan tertinggi dari jenis reksadana lainnya, namun dengan resiko yang besar pula. Investasi yang ditanam untuk jangka waktu panjang yaitu lebih dari 5 tahun. Resiko yang harus dihadapi adalah harga saham yang tidak menentu naik dan turunnya.

Reksadana Campuran Untuk Anda Yang Ingin Berinvestasi Dalam Jangka Waktu Menengah

Reksadana campuran sangat ideal bagi Anda yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah. Rata-rata, jangka waktunya sekitar 3 hingga 5 tahun. Campuran di sini maksudanya, Manajer Investasi memiliki kewenangan untuk mengkombinasikan alat investasi berupa apa saja sebagai cara memilih reksadana terbaik untuk pemula yang berminat bermain di rentang waktu menengah. Misalnya gabungan antara investasi berupa obligasi dengan saham, atau dengan pasar uang dan lain-lain. Angka profitnya sedikit lebih kecil dibanding dengan reksadana saham. Tentunya, resikonya juga masih tinggi.

Reksadana Pendapatan Tetap, Resiko Rendah Dengan Investasi Jangka Waktu Yang Pendek

Di bawah reksadana campuran, diduduki oleh reksadana pendapatan tetap. Investasinya bisa diraih dengan jangka waktu 1 hingga 3 tahun lamanya. Resikonya lebih rendah dibanding reksadana campuran. Begitu pula keuntungannya. Obligasi adalah alat investasi yang dimainkan pada reksadana pendapatan tetap.

Reksadana Pasar Uang Dengan Jangka Waktu Kurang Dari 1 Tahun

Reksadana pasar uang adalah reksadana dengan resiko paling kecil dengan jangka waktu terpendek, hanya kurang dari 1 tahun saja. Cocok bagi Anda yang masih awam dan ingin coba-coba berinvestasi awal dengan langkah yang aman. Reksadana in memiliki likuiditas tinggi agar dapat menghasilkan uang tunai dalam rentang waktu singkat. Jelas reksadana ini kurang menguntungkan bagi investor jangka panjang.

Reksadana Syariah, Solusi Investasi Islami

Sesuai namanya, reksadana syariah dijalankan dengan prinsip islami yang sesuai dengan tuntunan agama. Saham dan surat berharga seperti obligasi juga telah terdaftar pada bursa efek syariah. Tentunya, reksadana syariah saat beroperasi diawasi di bawah dewan pengawas syariah. Prinsip syariah di sini bisa dilihat dari sistem cleansing atau pembersihan keuntungan yang didapat dengan menyumbangkannya ke badan amal. Bagi Anda yang tertarik dengan menyeimbangkan hidup dengan agama, pilihlah reksadana syariah sebagai cara memilih reksadana terbaik untuk pemula.

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *